Aku Disini

Sabtu, 02 Maret 2013

Biar Aku Malu dengan Status Upadte`Q

Sejak bulan September ini tak seperti biasanya aku tidak sama sekali update status FB. Padahal fasilitas modem untuk on-line setiap saat sudah ada. Aku malu menulis status yang sejatinya itu bukan kepribadianku dan tidak sepenuhnya aku lakukan. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku begitu lihai merangkai kata-kata penuh hikmah dan sarat dengan spiritual dan sufistik. Aku benar-benar malu khususnya pada beberapa orang yang tahu betul tentang tingkah laku burukku. Kalau ke Tuhan sih gak malu-malu amat, mungkin karena iman begitu dangkalnya. Astagfirullah, jangankan malu akan soal update status yang tidak sepenuhnya mencerminkan aku, melakukan dosa aku sudah serasa biasa saja. Seolah Tuhan tidak apa-apa dengan kelakuan dosaku. Maksudnya aku tak merasakan kehadiran Tuhan alias takut dan malu ketika aku berdosa.

Andai saja-tapi semoga saja tidak-beberapa orang yang tahu tentang diriku sebenarnya termasuk Tuhan membeberkan aib-aibku, pasti setiap orang jengah melihat, mendengar dan membaca setiap status-statusku karena aku munafiq. Tidak bisa aku bayangkan betapa malunya aku karena pengetahuan orang tentang diri ini jauh berbeda 3600 dari keadaan diriku yang sebenarnya. Makanya sekarang aku malu update status yang memungkinkan orang melihat dan membaca. Kalau pun terbesit kata-kata atau kalimat dalam pikiran ini, cukup aku tulis di laptop saja. Biar aku saja yang tahu dan Tuhan. Bukan aku tidak mau berbagi nasehat kebaikan tapi aku tidak mau bernasehat sedang diri ini jauh dari kebaikan. Aku tidak mau banyak menganggap baik diri ini hanya karena status update`Q. Walaupun tetap sebagai karunia banyak yang suka dan mengangap aku orang baik. Tapi aku tidak mau munafiq. Tapi bukan berarti aku mau Tuhan membeberkan siapakah sebenarnya diri dengan tersingkapnya aib-aibku. Aku tetap memohon perlindungan pada-Nya agar DIA tetap berkenan menutupi aib dan kekurangan diri dibarengi dengan permohonan agar aku bisa segera baik tidak hanya dalam ucap tapi juga hati, pikiran, dan tindakan.

"Jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai urusan dengannya. Sebelum mengenal baik. Sebelum selesai mendengarkan atau selesai membaca semuanya." --Tere Liye, novel 'Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah'. Maka seperti itu pula, stop buru-buru menilaiku hanya karena kau membaca update statusku, pesan singkatku (SMS), nasehat-nasehat kebaikan dariku, dan apa yang kau lihat, kau dengar dari yang tampak lahir dari diriku. Aku update status, SMS, bernasehat dan menampakkan kebaikan lahir di depanmu karena “Biar Aku Malu dengan Update Status Update`Q, SMS, Nasehat Kebaikan dan segala yang tampak baik di depanmu”. Aku malu jika aku munafiq padamu.

So, telah seharusnya kita tidak buru-buru menilai seseorang termasuk kau dalam menilaiku sebelum segala urusan demi urusan itu selesai. Biarkan waktu yang membenarkan penilaianmu. Karena pastilah kau akan mengetahui tentangku jika kita telah lama bersama. (Hehe, jadi lebay dot com)

# Nuril Iman Sby, 06 Sept 2012. At : 13.39

Tidak ada komentar:

Pengikut